Hi Friends ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Welcome On Not Magazine Website
News Mobile Version

Investasi Google Gali Potensi Kaum Muda Indonesia

Written By HENRY GO BLOG on Kamis, 28 Juli 2011 | Kamis, Juli 28, 2011


Pemerintah Amerika Serikat mendorong investasi Google di Indonesia yang dinilai akan meningkatkan potensi kaum muda Indonesia. Investasi Google dapat membantu kembangkan potensi sumber daya manusia Indonesia.

"Dapatkah Anda bayangkan jika Google akan menjadi investor terbesar di Indonesia, apa artinya? Indonesia tidak hanya mengekspor minyak sawit, batubara, and minyak dan gas, tetapi juga mengekspor kekuatan dari anak muda Indonesia," tutur Kuasa Usaha Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Ted Osius, di Jakarta, Rabu (27/7/2011).

Mengapa demikian? Menurutnya, potensi kaum muda Indonesia dapat terlihat dari posisi Indonesia sebagai pengguna media sosial elektronik, seperti Facebook dan Yahoo!. "Ini karena Indonesia telah cukup terkenal dengan posisinya sebagai pengguna nomor dua terbesar untuk Facebook, dan nomor ketiga dunia untuk Twitter," tambah dia.

"Ada sebuah talenta besar yang belum dikembangkan dalam industri teknologi informasi (IT). Dan perusahaan seperti Google, Facebook, dan Yahoo! mau datang ke sini, dan mengembangkan talenta tersebut," ungkapnya. Dengan potensi tersebut, lanjut dia, perusahaan Google, Facebook, dan Yahoo! pun menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia.

Namun, ia menyayangkan minat perusahaan besar ini terhambat oleh regulasi pemerintah juga kesiapan infrastruktur yang belum sepenuhnya mendukung. Kewajiban untuk membangun pusat data seperti banyak disebutkan dianggap pemerintah AS sebagai regulasi yang aneh. Pasokan lisrik yang belum memadai juga menjadi perhatian jika pusat data wajib dibangun di Indonesia.


 
Kamis, Juli 28, 2011 | 0 komentar

30 tahun Lagi Bahan Bakar Dari Fosil Habis


Penghematan energi dan penggunaan sesuai kebutuhan mutlak diperlukan. Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1945 Surabaya, Djoko Sungkono, Rabu (27/7/2011), menjelaskan, menurut para ahli minyak bumi, gas alam, dan batu bara yang dikatakan sebagai bahan bakar fosil diperkirakan akan habis 30 tahun lagi, bahan bakar gas habis dalam kurun waktu 70-80 tahun, dan bahan bakar padat 120 tahun lagi.
Dalam sosialisasi langkah-langkah hemat energi dan air untuk bangunan gedung/perkantoran di Kabupaten Lamongan itu, Djoko memaparkan, bahan bakar fosil adalah sumber daya tak terbarukan karena perlu jutaan tahun untuk terbentuk.
Sumber yang ada ternyata lebih cepat habis ketimbang terbentuk yang baru. "Sumber daya pembangkit energi masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil ini," ujarnya.      
Menurut dia, manusia sebenarnya sadar bahwa kehidupannya tergantung pada energi, dan energi pada dasarnya tidaklah gratis. Langkah-langkah efisiensi peralatan harus ditingkatkan dan yang tingkat efisiensinya rendah harus diganti. Selain itu, bahan bakar baru/terbarukan diproduksi dengan harga jual murah kepada konsumen dan energi gratis diaplikasikan.
Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2008, revisi dari Inpres Nomor 10 Tahun 2005 tentang Penghematan Energi, di dalamnya menginstruksikan kepada pimpinan lembaga pemerintahan baik pusat maupun daerah untuk melakukan langkah-langkah dan inovasi penghematan energi dan air di instansi masing-masing. Upaya itu di antaranya terkait penghematan lampu penerangan, pendingin udara, dan peralatan yang menggunakan energi listrik, bahan bakar minyak, atau gas.
Mengapa harus dihemat? Sebab, sumber energi primer terbatas dan mahal, kapasitas pembangkit terbatas, dan dengan hemat berarti turut menjaga kelestarian lingkungan hidup. Yang paling penting adalah keadilan bagi masyarakat Indonesia yang belum menikmati listrik. "Jangan sampai masyarakat belum menikmati listrik, tetapi energinya sudah habis duluan," paparnya.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Lamongan Djoko Purwanto mengatakan, seluruh pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), camat, dan badan usaha milik daerah (BUMD) di Lamongan sudah menindaklanjuti surat edaran Bupati tanggal 15 September 2008, 29 November 2010, dan 11 April 2011, yang isinya bahwa setiap instansi diwajibkan untuk membentuk gugus tugas. Gugus tugas dibentuk dalam rangka untuk penghematan energi dan air di lingkungan kantor masing-masing.
Djoko menyebutkan, subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik dari pemerintah pusat tahun 2011 dialokasikan sebesar Rp 231,6 triliun. Adapun penyerapan sampai Juli 2011 sudah mencapai Rp 136,6 triliun.



http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/07/27/20141288/Bahan.Bakar.Fosil.Habis.30.tahun.Lagi
Kamis, Juli 28, 2011 | 0 komentar

Ini Dia Kisaran Harga Tiket KA pada Mudik Lebaran

Written By HENRY GO BLOG on Selasa, 26 Juli 2011 | Selasa, Juli 26, 2011


Jakarta - Tiket kereta api bisnis dan eksekutif sudah dijual PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai H-40. Masa angkutan mudik Lebaran moda KA adalah H-10 sampai H+10 dalam kalender tiket KA.

Berikut kisaran harga tiket KA yang sudah ditempel PT KAI di berbagai stasiun, yang merupakan tarif batas bawah dan batas atas:

1. KA Anggrek Pagi (SBI-GMR/GMR-SBI) Rp 500 ribu - Rp 650 ribu.
2. KA Anggrek Malam (SBI-GMR/GMR-SBI) Rp 500 ribu - Rp 650 ribu.
3. Argo Lawu (SLO-GMR/GMR-SLO) Rp 400 ribu - Rp 580 ribu.
4. Argo Dwipangga (SLO-GMR/GMR-SLO) Rp 400 ribu - Rp 580 ribu.
5. Argo Sindoro (SMT-GMR/GMR-SMT) Rp 300 ribu - Rp 500 ribu.
6. Argo Muria (SMT-GR/GMR-SMT) Rp 300 ribu - Rp 500 ribu.
7. Gajayana (ML-GMR/GMR-ML) Rp 450 ribu - Rp 650 ribu.
8. Bima (SGU-GMR/GMR-SGU) Rp 450 ribu -Rp 600 ribu.
9. Sembrani (SBI-GMR/GMR-SBI) Rp 450 ribu - Rp 550 ribu.
10. Taksaka (YK-GMR/GMR-YK) Rp 350 ribu - Rp 550 ribu.
11. Gumarang Exa (SBI-PSE/PSE-SBI) Rp 400 ribu - Rp 650 ribu.
12. Gumarang Bisnis (SBI-PSE/PSE-SBI) Rp 250 ribu - Rp 300 ribu.
13. Bangunkarta (JB-PSE/PSE-JB) Rp 255 ribu - Rp 550 ribu.
14. Senja Kediri (KD-PSE/PSE-KD) Rp 200 ribu - Rp 300 ribu.
15. Fajar SMT (SMT-PSE/PSE-SMT) Rp 105 ribu - Rp 200 ribu.
16. Senja SMT (SMT-PSE/PSE-SMT) Rp 105 ribu - Rp 200 ribu.
17. Purwojaya (CP-GMR/GMR-CP) Rp 105 ribu - Rp 350 ribu.
18. Sawunggalih (KTA-PSE/PSE-KTA) Rp 105 ribu - Rp 200 ribu.
19. Senja Solo (SLO-PSE/PSE-SLO) Rp 130 ribu - Rp 220 ribu.
20. Fajar Yogya (YK-PSE/PSE-YK) Rp 120 ribu - Rp 220 ribu.
21. Senja Yogya (YK-PSE/PSE-YK) Rp 130 ribu - Rp 220 ribu.
22. Bogowonto (KTA-PSE/PSE-KTA) Rp 90 ribu - Rp 150 ribu.

Nah, sudahkah Anda mendapatkan tiket kereta mudik dan balik untuk Lebaran nanti?




http://www.detiknews.com/read/2011/07/19/100229/1684066/10/ini-dia-kisaran-harga-tiket-ka-pada-mudik-lebaran?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
Selasa, Juli 26, 2011 | 0 komentar

Seks Bebas Menjadi Penyebab Utama Penyebaran AIDS / HIV di Sulsel


Perilaku seks bebas menjadi penyebab utama tingginya kasus HIV/AIDS di Sulawesi Selatan yang mencapai 3.918 penderita pada tahun 2010.        Kepala Bagian Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS Biro Napza dan HIV/AIDS Sulsel, Muhammad Nuhrahim di Makassar, Rabu (20/7/2011), mengatakan, angka tersebut meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya yakni 2.400 penderita.     

"Bila tahun lalu 58,6 persen penyebaran HIV/AIDS disebabkan oleh jarum suntik dan narkorba, maka tahun ini dari data diketahui penyebarannya sudah berubah yakni melalui hubungan seksual dengan persentase mencapai 60 persen lebih," ujarnya.     

Data penderita HIV/AIDS itu, ungkap Nuhrahima, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Komisi Penanggunalan AIDS Nasional dan Sulsel. Bahkan, Kota Makassar disebut masuk peringkat tiga kota penderita HIV/AIDS tertinggi di Indonesia, setelah Jayapura dan Jakarta. Di bawah Makassar ada Surabaya dan Bali. Sementara Sulawesi Selatan berada pada peringkat ke tujuh teratas.     

Nuhrahim mengatakan, kasus yang terdata itu bisa jadi hanya data permukaan saja, sementara di lapangan banyak penderita yang tidak mau melaporkan dirinya.     

"Jumlah penderita yang tercatat itu sebenarnya akumulasi penderita lama. Yang timbul dipermukaan itu bisa saja sedikit, sementara di lapangan justru bergelimpangan jumlah penderita, terutama yang masuk dalam klaster rumah tangga," ucapnya.     

Penderita di Sulsel, kata Nuhrahim, dihantui rasa malu untuk melapor bila ada indikasi terjangkit virus HIV. Padahal, bila dilaporkan lebih cepat, maka penderita bisa diberikan pertolongan.     

Dengan kondisi ini, ia mengharapkan pemerintah kabupaten/kota menjadikan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS sebagai program prioritas.     

"Bila tidak, ini akan menjadi bom waktu yang tiba-tiba jumlahnya akan meledak dan merugikan," ujarnya.Sumber: ANTARA
Selasa, Juli 26, 2011 | 0 komentar

Video Korban Teror Norwegia

Selasa, Juli 26, 2011 | 0 komentar

Categories