Hi Friends ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Welcome On Not Magazine Website
News Mobile Version

Download Program

Written By HENRY GO BLOG on Sabtu, 16 Juli 2011 | Sabtu, Juli 16, 2011

Sabtu, Juli 16, 2011 | 0 komentar

8 Manfaat Kedelai

Written By HENRY GO BLOG on Jumat, 15 Juli 2011 | Jumat, Juli 15, 2011


Kita sering mengatakan bahwa kedelai dapat menjadi pengganti daging bagi mereka yang tergolong vegetarian. Kedelai merupakan gudang nutrisi dan Anda bisa mendapatkan manfaat kesehatan dari sejumlah produk berbasis kedelai seperti susu kedelai, tahu, tauge, kacang, saus dan tepung.Kedelai adalah jenis kacang-kacangan yang banyak terdapat di Asia Timur. Mereka diklasifikasikan sebagai biji minyak. Kedelai dianggap sebagai protein lengkap karena adanya jumlah asam amino esensial. Manfaat kedelai ditemukan pada negara-negara seperti China dan Jepang, di mana masyarakatnya lebih kecil terkena penyakit jantung, osteoporosis, kanker payudara dan kelenjar prostat.Berikut sejumlah manfaat kesehatan yang dapat Anda peroleh dari kedelai :

1. Antioksidan

Kedelai mengandung senyawa yang disebut isoflavon, di mana bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan. Senyawa ini bertanggung jawab untuk memperbaiki sel dan mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh polusi, sinar matahari dan proses tubuh yang normal.

2. Mengurangi resiko penyakit jantung

Protein dan isoflavon hadir dalam kedelai, membantu dalam mengurangi kolesterol LDL (kolesterol "jahat") serta penurunan kemungkinan pembekuan darah. Hal ini pada gilirannya, mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Penelitian menunjukkan, konsumsi susu yang mengandung 25 gram protein kedelai selama sembilan minggu mengakibatkan penurunan 5% kolesterol LDL rata-rata.

3. Mencegah kanker

Isoflavon bertindak sebagai agen antikanker yang melawan sel-sel kanker. Melindungi tubuh dari kanker hormon seperti itu dari rahim, payudara dan prostat.

4. Membalikkan efek endometriosis

Kedelai membantu dalam menunda aksi estrogen alami tubuh, yang bertanggung jawab untuk mengurangi atau mencegah rasa sakit selama periode menstruasi (perdarahan berat) dan gejala lainnya pada wanita.

5. Mencegah osteoporosis

Protein kedelai membantu dalam penyerapan yang lebih baik kalsium dalam tulang. Isoflavon yang hadir dalam makanan kedelai berfungsi untuk memperlambat kehilangan tulang dan menghambat kerusakan tulang yang pada gilirannya mencegah osteoporosis.

6. Mengatasi gejala menopause

Kandungan isoflavon pada kedelai membantu untuk mengatur estrogen. Penelitian telah menemukan bahwa isoflavon kedelai dapat mengurangi  rasa panas pada badan (hot flushes) pada wanita menopause.

7. Memberi efek baik untuk diabetes dan sakit ginjal

Protein dan serat yang larut dalam kedelai, mengatur kadar glukosa darah dan filtrasi ginjal, dengan demikian mengendalikan diabetes dan penyakit ginjal.

8. Menjaga berat badan

Kandungan serat yang tinggi pada kedelai sebagai alat untuk manajemen (mengatur) berat badan. Ini adalah indeks glisemik rendah (GI) makanan yang mengatur gula darah dan fluktuasi insulin. Sehingga dapat membantu mengontrol rasa lapar. Hal ini akan sangat membantu Anda dalam proses penurunan berat badan.
Jumat, Juli 15, 2011 | 0 komentar

GURU OLAHRAGA PENCUBIT DADA MURID DIVONIS HUKUMAN PERCOBAAN


Suparman (40) guru olahraga SMP Negeri 5 Balikpapan yang mencubit  Saiful Ulil Amri (14) alias Ipul bulan Desember 2010 lalu akhirnya divonis bersalah 5 bulan penjara dan masa percobaan 7 bulan atau lebih ringan sebulan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), Rina  Widyastuti yakni 6 bulan penjara dan 7 bulan masa percobaan.

Jadi apabila dalam tenggat waktu 7 bulan tidak melakukan perbuatan yang sama yakni mencubit muridnya, maka Suparman bebas dari hukuman penjara. Namun apabila belum sampai 7 bulan sudah melakukan perbuatan yang sama, maka secara otomatis, Suparman dimasukkan penjara selama 5 bulan.

Majelis hakim yang dipimpin Hakim Dehel Kenan Sandan SH  beranggotakan Manungku SH dan Slamet SH ini menilai  Suparman terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 80 ayat 1 Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Menurut Kuasa Hukum korban, Tutup Sardi Santoso SH, kasus yang menimpa Suparman ini merupakan pelajaran yang cukup berharga bagi para guru yang ada di Balikpapan agar tidak melakukan tindakan kasar kepada muridnya seperti mencubit, memukul atau tindakan lainya yang bisa mencederai murid.

“Kalau ada murid yang nakal, guru perlu melaporkan kepada orang tua. Karena anak-anak usia sekolah yang sedang dalam tahap perkembangan ini bisa berpengaruh terhadap kondisi psikologis jika dilakukan tindakan yang bisa mencederai fisik,” jelas mantan Ketua Panwas Kota Balikpapan ini.

Tutup berharap, kasus ini tidak terulang kembali terhadap para guru yang ada di Balikpapan sehingga nasibnya tidak seperti Suparman yang harus  dihadapkan ke meja persidangan.

“Saya berharap kasus ini tidak terulang kembali. Saya kira guru harus bijaksana terhadap murid dengan menyampaikan kepada orang tua mengenai pola-pola negatif yang dilakukan si anak,”sarannya.

Sementara itu, terdakwa Suparman mengaku menerima keputusan majelis hakim terhadap dirinya dan tidak akan melakukan banding untuk meminta keringanan hukuman. Seperti diketahui kasus ini berawal, ketika korban Saiful Ulil Amri (14) tengah mengikuti materi praktik olahraga bersama teman satu kelasnya sekira pukul 08.00 wita, Desember 2010 lalu. Ipul sapaan akrab Saiful ketika itu hanya mengenakan kaos olahraga, celana seragam sekolah, dihampiri oleh Suparman.

Suparman pun bertanya, ”Mana seragam olahragamu. Kenapa to le nggak pake seragam olahraga,” kata Suparman sambil mencubit Ipul di bagian dada. Ipul mengatakan, sebenarnya celana olahraga yang wajib dikenakan saat jam berlangsung itu ia bawa. Namun karena saat itu ia tengah sakit, Ipul bermaksud tak mengikuti pelajaran olahraga.
Jumat, Juli 15, 2011 | 0 komentar

Nih Foto Syahrini Sekarang Dan Waktu SMA

Jumat, Juli 15, 2011 | 0 komentar

Apakah itu Siri’ na Pacce ( arti siri na pace )

Written By HENRY GO BLOG on Kamis, 14 Juli 2011 | Kamis, Juli 14, 2011


Dari manakah kekuatan positif dan negatif seorang berasal? Tidak lain dan tidak bukan, kekuatan itu berasal dari pikiran. Pikiranlah yang membuat perintah keseluruh organ tubuh unuk melakukan sesuatu. Pikiranlah yang mempengaruhi perasaan dan kekuatan manusia untuk takut dan berani dalam mengambil keputusan. Kunci utama dari kesuksesan manusia adalah cara dia mengelola pikirannya.

Kadang kala kita salah mempersepsikan Sesuatu karena kurangnya pemahaman dan sedikitnya pengetahuan, bahkan ketidak tahuan itu kita jadikan landasan untuk bertindak dan berbuat!

Dengan adanya tulisan ini saya berharap dapat sedikit memberikan sedikit pengetahuan dan pemahaman sehingga dapat meluruskan pemikiran kita bersama.

Etos Siri’ na Pacce
Di dalam sebuah syair sinrilik[1] ada sebuah semboyan kuno masyarakat Bugis-Makassar yang berbunyi “Takunjunga’ bangung turu’, nakugunciri’ gulingku, kualleangnga tallanga natoalia”. Syair tersebut berarti “layarku telah ku kembangkan, kemudiku telah ku pasang, ku pilih tenggelam daripada melangkah surut”. Semboyan tersebut menggambarkan betapa masyarakat Bugis-Makassar memiliki tekad dan keberanian yang begitu tinggi dalam menghadapi kehidupan. Masyarakat Bugis-Makassar dikenal sebagai orang-orang yang suka merantau atau mendatangi daerah lain dan sukses di daerah tersebut.

Apa yang membuat orang Bugis-Makassar dikenal sebagai pribadi yang pemberani dan tangguh? Atau apa yang membuat orang Bugis-Makassar dikenal sebagai orang yang sukses di daerah sendiri dan daerah yang didatanganginya? Jawabanya adalah etos siri’ na pace. Para pemimpin yang berasal dari tanah Bugis-Makassar menerapkan etos ini sebagai gaya kepemimpinan mereka.

Siapa yang tidak kenal dengan Sultan Hasanuddin. Beliau adalah raja Gowa XVI. Beliau dikenal sebagai seorang yang gagah berani melawan penjajah Belanda. Walaupun pada akhirnya beliau harus menyerah melalui Perjanjian Bungaya yang sangat merugikan Kerajaan Gowa saat itu.

Adapula putra Bugis-Makassar yang bernama Syech Yusuf. Walaupun putra asli Bugis-Makassar, beliau lebih dikenal sebagai penyebar agama Islam di beberapa negara seperti Sri Lanka dan Afrika Selatan. Di Afrika Selatan, Ia dianggap sebagai sesepuh penyebaran Islam di negara benua Afrika itu. Tiap tahun, tanggal kematiannya diperingati secara meriah di Afrika Selatan. Bahkan menjadi semacam acara kenegaraan. Bahkan, Nelson Mandela yang saat itu masih menjabat presiden Afsel, menjulukinya sebagai “salah seorang putra Afrika terbaik”.

Di era modern dikenal Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau adalah presiden Republik Indonesia ke-3. Beliau merupakan satu-satunya presiden yang berasal dari luar pulau Jawa. Selain dikenal sebagai presiden RI ke-3, beliau juga dikenal sebagai ilmuwan yang sangat jenius. Beliau dikenal sebagai ilmuwan dibidang konstruksi pesawat terbang dan teorinya masih digunakan hingga saat ini.

Ada juga Muhammad Jusuf Kalla. Beliau adalah adalah wakil presiden Republik Indonesia ke-10. Beliau juga dikenal sebagai tokoh perdamaian konflik di Poso dan Aceh. Dengan gaya kepemimpinan khas orang Bugis-Makassar, beliau sukses dalam karir politik serta usaha. Beliau adalah pemilik perusahaan besar Hadji Kalla Group.

Kesemua contoh tokoh di atas merupakan orang-orang yang menerapkan betul etos siri’ na pace. Zainal Abidin Farid (1983:2) membagi siri’ kedalam dua jenis:

   1. Siri’ nikapasiri’ yaitu apabila seseorang dihina atau diperlakukan diluar batas kemanusian, maka ia harus menegakkansiri’-nya. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan kehormatannya yang telah dihina.
   2. Siri’ masiri’ yaitu pandangan hidup yang bermaksud untuk mempertahankan, meningkatkan atau mencapai suatu prestasi yang dilakukan dengan sekuat tenaga dan dengan segala jerih payah demi siri’ itu sendiri.

Kata yang selalu berdampingan dengan kata siri’ adalah kata pacce. Mohammad Laica Marzuki (1995)  dalam disertasinya menyebutkan bahwa pacce sebagai prinsip solidaritas dari individu Bugis Makassar dan menunjuk prinsip getteng, lempu, acca, warani (tegas, lurus, pintar, berani) sebagai empat ciri utama yang menentukan ada tidaknya Siri’[2]. Jadi Pacce berarti semacam kecerdasan emosional untuk turut merasakan kepedihan atau sesusahan individu lain dalam komunitas.

Penerapan Etos Siri’ na Pacce Saat Ini
Penetrasi besar-besaran budaya global melalui jalur globalisasi telah membawa banyak perubahan di seluruh penjuru dunia. Ditambah lagi dengan besarnya pengaruh kekuatan ekonomi (economic power) negara-negara maju. Hal ini menempatkan negara berkembang termasuk Indonesia pada posisi yang serba sulit untuk menghindarinya. Satu-satunya jalan adalah mengantisipasinya. Indonesia harus bisa meminimalisir efek negatif yang ditimbulkan dari globalisasi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan sosok-sosok muda yang memiliki jiwa dan karakter yang mapan. Anak muda Indonesia yang notabene adalah pemimpin dan pemilik masa depan bangsa ini seharusnya memiliki ­siri’ na pacce dalam diri mereka. Karena, anak muda Indonesia yang sudah dijelaskan di awal, adalah anak muda yang sudah terlalu jauh dari akar budaya mereka. Mereka sudah terlalu dalam terkontaminasi oleh pengaruh negatif globalisasi. Dengan adanya siri’ na pacce, anak muda akan lebih peka merasakan segala macam persoalan yang sedang melanda Indonesia. Mereka juga akan malu melihat keadaan negaranya serta malu jika ia hanya berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa untuk bangsanya.

Pemimpin yang memiliki siri’ na pacce dalam dirinya, akan memiliki keberanian serta ketegasan, namun tetap bijaksana dalam memimpin. Pemimpin yang memegang teguh prinsip ini akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik karena mereka memiliki rasa peka terhadap lingkungan sekitar. Mereka dapat mendengarkan aspirasi orang-orang yang mereka pimpin. Hal ini sangat sejalan dengan konsep negara kita yaitu negara demokrasi.

Meskipun etos siri’ na pacce berasal dari masyarakat Bugis-Makassar, namun etos ini sangat bisa diterima secara nasional. Karena di berbagai daerah Indonesia juga terdapat etos atau pandangan hidup yang hampir sama dengan konsep siri’ na pacce. Ada wirang yang hidup di masyarakat suku Jawa, carok pada masyarakat suku Madura, pantangpada masyarakat suku di Sumatera Barat, serta jenga pada masyarakat suku di pulau Bali. Kesemua pandangan hidup dari berbagai daerah tersebut memiliki kesamaan konsep dengan siri’ na pacce, yaitu malu jika keadaan suku atau bangsa mereka tidak lebih baik dari suku atau bangsa lain. Kesemua konsep pandangan hidup tersebut menanamkan nilai-nilai luhur tentang semangat serta keberanian tanpa melupakan rasa lembut hati sebagai penyeimbangnya.


Kesimpulan
“Limai pammanjenganna matena butta lompoa. Uru-uruna punna teya nipakainga karaeng ma’gauka; makaruwanna punna taena tumangngasseng ilalang pa’rasangang lompo; makatallunna punna mangngalle soso’ gallarrang mabbicarayya; makaappa’na punna majai gau’ ilalang pa’rasangang malompoa; makalimanna punna tanakamaseang atanna karaeng ma’gauka” (ada lima sebab sehingga sebuah negeri (kerajaan besar) rusak; Pertama, kalau raja yang memerintah tidak mau diperingati; kedua, kalau tidak ada cendekiawan dalam suatu Negara besar; ketiga, kalau para hakim dan pejabat-pejabat kerajaan makan sogok; keempat, kalau terlampau banyak kejadian-kejadian besar dalam suatu negara; kelima, kalau raja tidak menyayangi rakyatnya)[3]. Itulah pesan Karaeng Pattingalloang, Perdana Menteri Gowa sekaligus Raja Tallo (1639-1653). Pesan ini sarat akan nilai siri’ na pacce. Pesan tersebut telah terlihat nyata pada negara kita Indonesia.

Harapan kita sekarang adalah pemuda dengan pandangan hidup seperti siri’ na pacce (rasa malu dan  rasa peduli sesama). Pemuda seperti ini merupakan pemimpin yang baik bagi dirinya sendiri maupun pemimpin bagi orang lain. Dengan begitu ada semangat dan keberanian dalam diri untuk terus berkarya dan bekerja bagi negara, serta tetap saling peduli dan menghargai heterogenitas budaya Indonesia.


     [1] Sinrilik adalah karya sastra Makassar yang berbentuk prosa yang cara penyampaiannya dilagukan secara berirama baik dengan menggunakan alat musik maupun tanpa alat musik.
     [2] Mohamad Laica Marzuki, Siri’ : Bagian Dari Kesadaran Hukum Rakyat Bugis-Makassar, (Bandung: Universitas Padjajaran, 1995), hlm. 214.
     [3] Suriadi Mappangara, Ensiklopedia Sejarah Sulawesi Selatan Sampai Tahun 1905, (Makassar: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, 2004), hlm. 137-138.




Kamis, Juli 14, 2011 | 0 komentar

Categories